Sabtu, 08 Januari 2011

GLEE !!!


Lyrics Lirik Lagu Glee - Don't Stop Believin'

Just a small town girl
Livin' in a lonely world
She took the midnight train goin' anywhere

Just a city boy
Born and raised in south Detroit
He took the midnight train goin' anywhere

A singer in a smoky room
A smell of wine and cheap perfume
For a smile they can share the night
It goes on and on and on and on

Strangers waiting
Up and down the boulevard
Their shadows searching in the night
Streetlight people
Living just to find emotion
Hiding somewhere in the night

Working hard to get my fill
Everybody wants a thrill
Payin' anything to roll the dice just one more time

Some will win, some will lose
Some were born to sing the blues
lyricsalls.blogspot.com
Oh, the movie never ends
It goes on and on and on and on

Strangers waiting
Up and down the boulevard
Their shadows searching in the night
Streetlight people
Living just to find emotion
Hiding somewhere in the night

Don't stop believin'
Hold on to that feelin'
Streetlight people

Don't stop believin'
Hold on
Streetlight people

Don't stop believin'
Hold on to that feelin'
Streetlight people

Senin, 06 Desember 2010

alvin and the cipmunks !!!


Alvin and the Chipmunks Logo

 

Sinopsis

Alvin, Simon, dan Theodore adalah 3 ekor bajing tanah yang bisa menyanyi, berbicara dan pintar. Mereka tinggal di sebuah pohon di Danau Siera sampai pohon itu ditebang dan dibawa ke kota besar Los Angeles, California. Dave Seville (Jason Lee) penulis lagu yang terkenal di seluruh Los Angeles bertemu dengan tupai-tupai ini dan membuat kekacauan di rumah Dave. Akhirnya setelah mereka membuat perjanjian dengan Dave akhirnya Dave mencoba mengorbitkan mereka karena keahlian mereka dalam bernyanyi, akan tetapi karena tupai-tupai ini demam panggung akhirnya mereka kehilangan kemampuan menyanyinya dan membuat Dave tampak konyol di depan bos-nya dan akhirnya Dave dipecat oleh bosnya, Ian Hawke (David Cross). Selain itu Dave juga kehilangan Claire (Cameron Richardson), mantan pacarnya, karena ketika ia menemui Dave di rumahnya untuk makan malam, Dave mencertitakan tentang tupai-tupainya yang bisa berbicara dan bernyanyi, sehingga Claire merasa Dave mengolok-oloknya. Akhirnya Alvin, Simon dan Theodore berusaha memperbaiki itu semua dengan mendatangi rumah Ian, sehingga Ian kembali percaya kepada Dave. Akibat kemampuan bernyanyi mereka Alvin and The Chipmunks terkenal di seluruh Amerika Serikat lewat lagu Christmas Don't Be Late. Namun, kesuksesan itu membuat Ian menyingkirkan Dave yang dinilainya tak mampu bekerja lagi yang sebenarnya itu hanya taktiknya saja karena Ian ingin para bajing tanah itu lebih hebat lagi dengan demikian uang akan deras masuk ke kantongnya. Tentu saja Dave tak mau terima begitu saja. Dave berusaha menyelamatkan Alvin, Simon, dan Theodore dari niat jahat Ian sebab Dave tak ingin ketiganya yang disayangi dan sudah dianggap sebagai keluarganya djadikan mesin pencetak uang oleh Ian

LORD VOLDEMORT . . .

Lord Voldemort

From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Lord Voldemort
Harry Potter character
LordVoldemortDH.jpg
Ralph Fiennes as Lord Voldemort in
Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2
First appearance Harry Potter and the Philosopher's Stone
Last appearance Harry Potter and the Deathly Hallows
Portrayed by Ralph Fiennes
Christian Coulson, as a sixteen-year-old in HP2
Hero Fiennes-Tiffin, as an eleven-year-old in HP6
Frank Dillane, as a fifteen-year-old in HP6
Ian Hart voice in HP1
Richard Bremmer, non-faced in HP1
House Slytherin
Lord Voldemort (/ˈvoʊldəmɔr/)[1][2](born as Tom Marvolo Riddle) is the primary antagonist of the Harry Potter series written by British author J. K. Rowling. Voldemort first appeared in Harry Potter and the Philosopher's Stone (published as Harry Potter and the Sorcerer's Stone in the United States), which was released in 1997. Voldemort appeared either in person or in flashbacks in each book and film adaptation in the series, except the third, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, where he is only mentioned. Voldemort has been voted number one in polls for literary and film villains.[3][4]
In the series, Voldemort is the archenemy of Harry Potter, having been directly responsible for the murder of his parents, James and Lily. He also, according to a prophecy, has the power to defeat Harry, albeit the first time he failed. He aims to conquer not just the Wizarding world, but the Muggle (non-magical) world as well. He is so feared that almost no one dares to say his name, instead referring to him as "You-Know-Who" or "He-Who-Must-Not-Be-Named." Even his followers only refer to him as the "Dark Lord". He was born Tom Marvolo Riddle, the last descendant of wizard Salazar Slytherin,[5] one of the four founders of Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry.
According to an interview with Rowling, "Voldemort" is pronounced with a silent 't' at the end, as is common in French.[2] This was the pronunciation used by Jim Dale in the first four U.S. audiobooks; however, after the release of the film version of Harry Potter and the Philosopher's Stone, in which the characters who dared refer to him by name pronounced it with the "t", Dale altered his pronunciation to that in the films. The pronunciation has since been used in the other films as well

harry potter and the deathly hallows

Sinopsis Harry Potter And The Deathly Hallows

Buku ketujuh diawali dengan Voldemort dan para Pelahap Mautnya
di rumah Lucius Malfoy, yang merencanakan untuk membunuh
Harry Potter sebelum ia dapat bersembunyi kembali. Meminjam tongkat sihir
Lucius, Voldemort membunuh tawanannya, Profesor Charity Burbage
 guru Telaah Muggle di Hogwarts, atas alasan telah mengajarkan subyek tersebut dan
telah menganjurkan agar paradigma kemurnian darah penyihir
diakhiri.

Harry telah siap untuk melakukan perjalanannya dan membaca obituari Albus Dumbledore; dan terungkaplah bahwa ayah Dumbledore, Percival, adalah seorang pembenci non-penyihir dan telah membunuh banyak Muggle, dan meninggal di Penjara Azkaban atas kejahatannya Harry kemudian meyakinkan keluarga Dursley bahwa mereka harus segera meninggalkan rumah mereka untuk menghindarkan diri dari para Pelahap Maut Keluarga Dursley kemudian pergi
menyembunyikan diri dengan dikawal sepasang penyihir setelah sebelumnya Dudley melontarkan pengakuan bahwa ia peduli akan Harry.

Bersama-sama dengan anggota Orde Phoenix, Harry kemudian pergi dari rumah Dursley ke The Burrow. Dalam perjalanan itu, Hedwig, burung hantu Harry,terbunuh oleh kutukan pembunuh George Weasley kehilangan sebelah telinganya Mad-Eye Moody dibunuh oleh Voldemort sendiri
Belakangan,
Harry mendapatkan penglihatan mengenai pelariannya; tongkat sihirnya telah bereaksi dengan tongkat sihir pinjaman Voldemort, menghancurkannya, dan ia juga kemudian mendapatkan penglihatan ketika Voldemort menanyai Ollivander si pembuat tongkat sihir, mengenai mengapa hal itu dapat terjadi.
Beberapa hari kemudian, Menteri Sihir tiba di kediaman Weasley dan memberikan warisan Dumbledore untuk mereka: Delumintaor untuk Ron,buku mengenai kisah
anak-anak untuk Hermione ,dan untuk Harry, pedang Godric Gryffindor dan snitch pertama yang ditangkap Harry. Namun demikian, pedang tersebut ditahan, karena menurut kementerian pedang tersebut bukanlah milik Dumbledore. Ketiganya berusaha mencari tahu apa dibalik ketiga benda yang diberikan kepada mereka itu.

Sehari kemudian adalah hari pernikahan Fleur Delacour dan Bill Weasley . Setelah diberitakan bahwa Voldemort telah berhasil mengambil alih Kementerian Sihir; Harry, Ron, dan Hermione kemudian bersembunyi di Grimmauld Place nomor 12, rumah yang diwariskan Sirius Black kepada Harry.

Ketiganya kemudian menyadari bahwa inisial R.A.B. pada liontin yang didapatkan Dumbledore dan Harry dalam buku keenam adalah Regulus Arcturus Black, adik Sirius. Mereka mulai mencari Horcrux yang dicuri Regulus di rumah keluarga Black itu. Dari Kreacher, mereka mengetahui bahwa ia telah membantu Regulus untuk mendampingi Voldemort menempatkan Horcrux berbentuk liontin itu di gua. Ketika Regulus merasa kecewa dengan Dumbledore,ia memerintahkan Kreacher untuk kembali ke gua dan menukar liontin dengan yang palsu. Regulus terbunuh dalam proses itu Pada akhirnya, mereka bertiga menyadari bahwa Mundungus Fletcher telah mencuri liontin tersebut dan memberikannya kepada Dolores Umbridge .

Setelah selama satu bulan memata-matai Kementerian Sihir, ketiganya berhasil mengambil Horcrux dari Umbridge . Dalam prosesnya, tempat persembunyian mereka diketahui dan terpaksa melarikan diri ke daerah terpencil, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak dapat lama tinggal di suatu tempat.

Dalam waktu beberapa bulan berpindah-pindah, mereka mendengar bahwa pedang Godric Gryffindor sebenarnya adalah palsu, dan ada yang melakukan sesuatu terhadap pedang aslinya. Dari Phineas Black, Harry mendapatkan bahwa pedang itu terakhir kali digunakan Dumbledore untuk menghancurkan salah satu Horcrux, Cincin Gaunt. Ron kemudian berselisih paham dengan Harry, dan pergi meninggalkan Harry dan Hermione. Harry dan Hermione kemudian pergi ke Godric's Hollow untuk mencari tahu apakah Dumbledore telah meninggalkan pedang itu di sana.

Di Godric's Hollow, keduanya mengunjungi tempat pemakaman keluarga di
mana keluarga Potter dan Dumbledore dikuburkan Di Godric's Holow,
mereka juga menemui Bathilda Bagshot, seorang kawan lama Dumbledore yang
mengarang buku Sejarah Sihir. Di rumah Bagshot mereka menemukan gambar
penyihir hitam Grindelwald, sanak Bagshot, yang pada masa lalu adalah
kawan masa kecil Albus Dumbledore. Namun demikian, ternyata mereka
terperangkap, karena "Bagshot" itu merupakan penjelmaan ular Voldemort, Nagini.
Mereka berhasil melarikan diri dari Voldemort, tetapi tongkat sihir
Harry hancur dalam kejadian itu.


Dalam pelarian mereka, Harry akhirnya menemukan bahwa pedang Godric
Gryffindor tersembunyi di sebuah kolam beku di tengah sebuah hutan. Ia
menyelam ke dalamnya dan mendapati pedang dan kalung liontin Horcrux
Voldemort. Kalung itu mencoba mencekik Harry dan hampir menenggelamkannya
hingga mati kalau tidak ditolong oleh Ron yang kembali. Keduanya
menghancurkan Horcrux dengan pedang itu.


Ketiganya kemudian berbicara kepada Xenophilius Lovegood , ayah Luna
Lovegood, dan menanyakan kepada mereka mengenai lambang Grindelwald yang
telah berkali-kali muncul selama perjalanan mereka. Di rumah Lovegood,
Harry, Ron, dan Hermione mendapatkan kisah penyihir kuno mengenai tiga
bersaudara yang mengalahkan kematian, dan masing-masing mendapatkan
benda sihir sebagai hasilnya - tongkat sihir yang tak terkalahkan (Elder
Wand), batu sihir yang dapat menghidupkan kembali
yang telah mati (Resurrection Stone), dan Jubah Gaib
 yang tidak lekang oleh waktu. Harry menyadari
bahwa jubah yang dimilikinya adalah adalah Jubah Gaib, dan segera
menemukan bahwa Lovegood telah berkhianat dan menyerahkan mereka ke
Kementerian. Luna, putrinya, telah ditawan dan Xenophilius berpikir untuk
menyerahkan Harry Potter sebagai ganti tawanan. Ketiganya meloloskan diri dan
berpikir untuk mengumpulkan ketiga benda
sihir Deathly Hallows , untuk mengalahkan Voldemort.


Harry, Ron, dan Hermione kemudian tertangkap dan dibawa ke rumah
Malfoy. Di sana, Hermione disiksa dan diinterogasi oleh Bellatrix Lestrange
untuk mengetahui bagaimana mereka memperoleh pedang Godric Gryffindor,
karena ia berpikir bahwa mereka telah mencurinya dari lemari besinya di
Gringotts. Di bawah tanah, Harry dan Ron dipenjarakan bersama-sama
dengan Dean Thomas, goblin Griphook, pembuat tongkat sihir Ollivander, dan
Luna Lovegood. Harry berusaha mencari pertolongan dan Dobby muncul
untuk menyelamatkannya. Dalam usaha meloloskan diri, mereka dihadang
Wormtail yang kemudian terbunuh karena tercekik oleh tangan perak Wormtail
yang dibuat Voldemort tanpa berhasil ditolong oleh Ron dan Harry. Mereka
berdua kemudian menolong Hermione dengan bantuan Dobby, yang tewas
dibunuh oleh Bellatrix.


Harry dan kedua sahabatnya kemudian berusaha mencari rencana baru. Ia
menanyai Ollivander mengenai Elder Wand dan mendapati bahwa pemilik
terakhirnya adalah Dumbledore. Ia berusaha untuk mencegah Voldemort
mengambilnya dari makam Dumbledore. Dibantu Griphook, Hermione menyamar
sebagai Bellatrix Lestrange dan bersama-sama Harry dan Ron memasuki lemari
besi Bellatrix di Bank Gingrott's. Di sana mereka menemukan satu lagi
Horcrux, piala Hufflepuff. Griphook kemudian mengkhianati mereka dan
melarikan diri dan mencuri pedang Godric Gryffindor. Harry, Ron, dan
Hermione berhasil melarikan diri, tetapi Voldemort menyadari bahwa mereka
mencari Horcrux-Horcruxnya.

Harry mendapatkan penglihatan segera setelah pelarian mereka; ia dapat
melihat melalui mata Voldemort dan mengetahui pikirannya. Voldemort
telah mendatangi tempat-tempat Horcurxnya disembunyikan dan mengetahui
bahwa mereka telah lenyap dan hancur. Secara ceroboh, Voldemort
mengungkapkan bahwa Horcrux terakhir berada di Hogwarts. Ketiganya segera pergi
ke Hogsmeade untuk mencari jalan masuk ke sekolah Hogwarts. Di
Hogsmeade, mereka disudutkan oleh para Pelahap Maut dan diselamatkan oleh
Aberforth Dumbledore. Aberforth membuka jalan terowongan ke Hogwarts di mana
mereka disambut oleh Neville Longbottom. Setelah menyelamatkan jiwa
Draco Malfoy, Harry menemukan Mahkota Ravenclaw tersembunyi di Kamar
Kebutuhan dan benda itu dihancurkan.


Di Shrieking Shack, mereka mendapati Voldemort membunuh Severus Snape
dengan tujuan untuk mentransfer kekuatan Elder Wand kepada dirinya
sendiri. Dalam sekaratnya, Snape memberikan memorinya kepada Harry. Dari
memori itu terungkap bahwa Snape berada di sisi Dumbledore, didorong
dengan cinta seumur hidupnya kepada Lily Potter. Snape telah diminta
Dumbledore untuk membunuh dirinya jika situasinya mengharuskan demikian
karena bagaimanapun juga hidupnya tidak akan lama lagi akibat kutukan yang
terdapat di Horcrux Cincin Gaunt. Selanjutnya, terungkap pula bahwa
Harry adalah Horcrux terakhir Voldemort, dan ia harus mati juga sebelum
Voldemort dapat dibunuh. Pasrah akan nasibnya, Harry mengorbankan diri dan
Voldemort melancarkan kutukan untuk membunuhnya. Tapi alih-alih
membunuh Harry, kutukan itu malah menghancurkan bagian dari jiwa Voldemort
yang terdapat di tubuhnya. Pada akhirnya, setelah Nagini dibunuh oleh
Neville, Voldemort kemudian terbunuh setelah
mencoba menggunakan Kutukan pembunuh Avada Kadavra terhadap Harry.
Kutukan itu berbalik menyerang Voldemort sendiri oleh Elder Wand.


Dalam kisah di akhir buku, pada tahun 2017, 19 tahun setelah
Pertempuran di Hogwarts, Harry dan Ginny Weasley telah memiliki tiga anak bernama
James, Albus Severus, dan Lily. Neville Longbottom telah menjadi guru
Herbologi di Hogwarts. Ron dan Hermione telah memiliki dua anak bernama
Rose dan Hugo. Draco Malfoy memiliki anak bernama Scorpius. Mereka
seluruhnya bertemu di stasius kereta api King's Cross, untuk mengantar
anak-anak mereka bersekolah ke Hogwarts. Di sana diungkapkan bahwa bekas
luka Harry tidak pernah sakit lagi setelah kekalahan Pangeran Kegelapan...

THE END...



Harry potter deathly hallows US.jpg


tips nih !!! buat siapa aja yg mau pintarrrr

Tips Agar Anak Pintar PDF Print E-mail
Written by Yuni Yoyok   
Saturday, 01 August 2009 23:49
Kepintaran seorang bisa dibilang sebuah anugerah dari Allah. Selain itu ternyata faktor yang mempengaruhi kepintaran seorang anak juga ditentukan oleh lingkungannya.

Ada banyak hal yang bisa membuat anak menjadi lebih pintar, tentunya selain dengan belajar di sekolah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak menjadi lebih pintar, seperti dikutip dari MSN News dan dari beberapa sumber.

1. Bermain permainan yang berpikir
Catur, teka-teki silang selain menyenangkan juga mendukung strategi berpikir anak-anak, bagaimana cara menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan yang kompleks. Untuk anak usia balita bisa diberikan mainan yg bersifat edukatif seperti menyusun balok-balok menjadi bangunan maupun bermain pazel.

2. Bermain musik
Bermain musik selain menyenangkan juga bisa merangsang pertumbuhan otak kanan. Menurut sebuah studi di Universitas Toronto, diadakannya pelajaran musik bisa memberikan keuntungan dalam meningkatkan IQ anak dan performa akademisnya. Semakin lama waktu yang digunakan untuk bermain musik maka efek yang dihasilkan juga semakin besar.

3. Pemberian ASI
ASI merupakan makanan otak yang paling dasar. Peneliti secara konsisten terus menunjukkan berbagai macam keuntungan ASI yang behubungan dengan pertumbuhan bayi. Anak yang mengkonsumsi ASI eksklusif akan memiliki tingkat kepintaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi ASI hanya beberapa bulan saja.

4. Membiasakan berolahraga
Para peneliti di Universitas Illinois menunjukkan hubungan yang kuat antara kebugaran dan prestasi akademik di antara anak-anak sekolah dasar. Semakin bugar badan sang anak maka kemampuan dalam menerima pelajaran juga meningkat. Sebaiknya mendorong anak untuk terlibat dalam aktivitas fisik atau organisasi olahraga tertentu sesuai dengan minat anak.

5. Menyingkirkan makanan siap saji
Mengurangi asupan gula, lemak trans dari makanan siap saji dan menggantinya dengan makanan bergizi tinggi yang baik untuk perkembangan mental anak usia dini serta berfungsi dalam perkembangan motorik anak pada usia 1-2 tahun pertama. Contohnya anak-anak memerlukan zat besi untuk perkembangan jaringan otak yang sehat, anak yang kekurangan zat besi akan lambat dalam menerima rangsangan.

6. Mengembangkan rasa ingin tahu
Para ahli mengatakan orang tua yang menunjukkan rasa ingin tahunya pada anak akan mendorong anak untuk mencari ide-ide baru, sehingga merangsang anak untuk berpikir. Mengajari anak keterampilan baru serta pendidikan di luar rumah juga bisa mengembangkan rasa ingin tahu anak dan intelektualnya.

7. Budayakan membaca
Membaca adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan pembelajaran dan perkembangan kognitif anak-anak dari segala usia. Cara ini bisa dimulai dengan sering membacakan anak dongeng sebelum tidur dan sering-seringlah memberikan anak hadiah buku yang bisa menarik perhatiannya.

8. Mengajarkan kepercayaan diri
Orang tua sebaiknya meningkatkan semangat dan optimisme anak-anak. Berpartisipasi dalam tim olahraga atau kegiatan sosial akan membantu meningkatkan kepercayaan diri sang anak diantara teman-temannya.

9. Memberikan sarapan yang sehat
Para peneliti meyakinkan bahwa mengonsumsi sarapan yang sehat akan meningkatkan memori dan konsentrasi anak dalam belajar. Anak-anak yang tidak dibiasakan sarapan cenderung lebih mudah marah dan kurang konsentrasi pada waktu belajar, sementara anak yang sarapan akan tetap fokus dan bergerak selama jam sekolah

aku mau dongeng . . . dengerin ya !!!

Cerita Anak Bahasa Inggris : The Lion and The Mouse

One day a Lion lay asleep in the jungle. A tiny Mouse, running about in the grass and not noticing where he was going, ran over the Lion’s head and down his nose.
The Lion awoke with a loud roar, and down came his paw over the little Mouse. The great beast was about to open his huge jaws to swallow the tiny creature when “Pardon me, O King, I beg of you,” cried the frightened Mouse. “If you will only forgive me this time, I shall never forget your kindness. I meant no harm and I certainly didn’t want to disturb Your Majesty. If you will spare my life, perhaps I may be able to do you a good turn, too.”
The Lion began to laugh, and he laughed and laughed. “How could a tiny creature like you ever do anything to help me? And he shook with laughter.
“Oh well,” he shrugged, looking down at the frightened Mouse, “you’re not so much of a meal anyway.” He took his paw off the poor little prisoner and the Mouse quickly scampered away.
Some time after this, some hunters, trying to capture the Lion alive so they could carry him to their king, set up rope nets in the jungle. The Lion, who was hunting for some food, fell into the trap. Her roared and thrashed about trying to free himself but with every move he made, the ropes bound him tighter.
The unhappy Lion feared he could never escape, and her roared pitifully. His thunderous bellows echoed through the jungle.The tiny Mouse, scurrying about far away, heard the Lion’s roars. “That may be there very Lion who once freed me,” he said, remembering his promise. And he ran to see whether he could help.
Discovering the sad state the Lion was in, the Mouse said to him, “Stop, stop! You must not roar. If you make so much noise, the hunters will come and capture you . I’ll get you out of this trap.”
With his sharp little teeth the Mouse gnawed at the ropes until they broke. When the Lion had stepped out of the net and was free once more, the Mouse said, “Now, was I not right?”
“Thank you, good Mouse,” said the Lion gently. “You did help me even though I am big and you are so little. I see now that kindness is always worth while.”
Moral of the story: Even the strong sometimes need the friendship of the weak.